Yukusaha.id: Budidaya Hidroponik di Lahan Sempit, Memang Bisa?

Budidaya hidroponik di lahan sempit, memangnya bisa maksimal?

Orang-orang di zaman sekarang semakin jarang yang memiliki sisa lahan di rumahnya, apalagi untuk orang-orang kota. Ada sisa sedikit lahan saja sudah untung. Namun kebanyakan tidak dimanfaatkan dengan baik.

Akhir-akhir ini, berkebun menjadi salah satu kegiatan paling diminati. Mengisi waktu luang, dan menambah kebutuhan refresh otak yang suka melihat pemandangan hijau merupakan tujuan utama dari ide budidaya hidroponik ini.

Masih asing dengan budidaya hidroponik di lahan sempit?

Hidroponik, yang berawal kata ‘hidro’ yang artinya air, memiliki kesesuaian dengan metodenya yang membutuhkan air dalam penggunaan medianya. Iya, media tanam menanam pada tumbuhan. Berbeda dengan penanaman biasanya yang menggunakan media tanah, kali ini tanaman diletakkan di atas air. Seperti biasa, akar yang akan berperan mengambil nutrisi dari airnya.

Dipercaya bahwa sistem hidroponik ini akan lebih menghemat pengeluaran air yang dibutuhkan dibanding dengan sistem tanam menggunakan tanah. Karena jika menggunakan tanah, akar tidak langsung terkena air. Namun diharuskan tanah yang disiram air merata basahnya sampai dapat meresap ke akar sehingga memerlukan air yang lebih banyak.

Bagaimana cara penanamannya?

Proses pertumbuhannya bukan saja hanya dari peletakkan tanaman di air. Ada metode yang harus diterapkan. Lalu, apa saja?

  1. Wick System

Bagi anda yang baru berkenalan dengan sistem hidroponik, metode wick atau sumbu merupakan langkah paling sederhana dan simpel.

Anda hanya memerlukan botol bekas. Lalu potong menjadi dua, yang ada tutupnya dijadikan tempat untuk tumbuhan dengan tutup yang sedikit dilubangi. Masukkan sumbu, atau bisa dengan kain flanel sebagai perantara yang dapat merambatkan air ke akar tanaman. Lalu bagian potongan botol satunya, digunakan sebagai penampung air.

Poin pentingnya, anda harus rutin mengganti air agar nutrisinya tetap didapat.

  1. Sistem Rakit Apung

Sistem ini merupakan langkah simpel kedua yang bisa anda pilih. Rakit yang biasanya digunakan untuk menyebrangi sungai, menjadi inspirasi dengan pengganti berupa sterofoam.

Anda harus menyediakan media air yang cukup dan tidak terlalu dangkal supaya pertumbuhan akar tidak terganggu. Anda bisa menambahkan aerator untuk menggerakkan air dan bisa memperkaya oksigen di dalam air. Namun itu juga tidak digunakan secara terus menerus.

Tumbuhan yang sudah diletakkan di sterofoam yang sudah diberi lubang, akan diapungkan di atas air. Mudah, bukan?

  1. NFT (Nutrient Film Technique)

Sistem ini sangat menjaga nutrisi untuk tanamannya, dengan air yang dialirkan dipercaya akan dapat menghasilkan tumbuhan yang sehat.

Anda membutuhkan pipa yang diberi lubang, setiap lubang harus diberi jarak sebagai tempat perkembangan daun. Air akan mengalir di dalam lubang pipa dan sebaiknya anda siapkan penampung di titik akhir dengan jarak yang lebih rendah.

Keuntungan Hidroponik

Dengan sistem hidroponik seperti yang sudah dijelaskan bahwa penggunaan airnya akan lebih sedikit dibanding dengan media tanah. Anda juga dapat menanam di lahan yang sempit, bahkan banyak yang menanam di air yang diletakkan di atas ember atau di atas kolam ikan dengan penggunaan air yang bisa dialirkan di kolam ikan sebagai tujuan akhir.

Anda bisa menghabiskan waktu dengan hobi ini, otak menjadi lebih segar setelah mendapat kepenatan dunia kerja. Anda juga bisa menjadikan budidaya ini sebagai usaha sampingan yang menghasilkan. Seru bukan, jika hobi anda bisa menghasilkan uang?

Jadi, bagaimana? Tidak ada lagi masalah dengan budidaya hidroponik di lahan sempit. Langkah-langkahnya pun simpel, masih ragu?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *